Kamis, 20 Juni 2013

Resensi Buku "Untukmu Dariku, Puitisasi Diary

Sinar Dalam Bayangan
Oleh : Ayom W.

Judul                : Untukmu Dariku, Puitisasi Diary                      
Pengarang         : Selly Anniszavuri Primadhani
Penerbit            : Pustaka Felicha
Tahun terbit       : 2012
Penyunting        : Sarno, S.Pd
No. ISBN          : 978-602-19609-6-7

Segala aktivitas yang kita lakukan sehari-hari pasti memiliki kisah tersendiri yang berkesan. Diary adalah media yang sering digunakan remaja untuk menulis kisahnya hari ini agar dapat dikenang di kemudian hari. Dengan kreatifnya Selly mewujudkan diarynya dengan coretan kata-kata indah dalam sebuah buku yang berjudul “Untukmu Dariku, Puitisasi Diary “. Sungguh mengagumkan bagiku dikala remaja yang lain sibuk mengumbar kata-kata kosong tanpa karya, Selly yang baru SMA membungkam itu semua dengan  buku emasnya.

Buku ini mengisahkan kekaguman Selly kepada seseorang yang entah apakah orang itu tahu siapa yang mengaguminya. Kisahnya sangat selaras dengan remaja saat ini dengan kutipan tokoh-tokoh masa kini yang terkenal dikalangan remaja, membuatku yang membaca buku ini seperti membaca diaryku sendiri. Puisi yang ringan namun menyentuh di setiap satu kisahnya seolah mewakili perasaan remaja saat ini. Semua cerita Selly tertuang dalam empat puluh satu hari kisah dengan tema berbeda di setiap harinya namun ber inti sama.

Desain covernya menarik dengan rangkaian bunga melilit secarik kertas yang mewakili isi buku. Tidak cukup sulit memahami setiap puisi dalam buku dengan mengimajinasikan puisi-puisi tersebut ke kehidupan kita. Pelajaran kehidupan juga banyak disampaikan oleh buku ini, tentang cinta orang tua dan sahabat-sahabatnya. “Bersinar dalam bayangan” itu mungkin ungkapan tepat bagi Selly  untuk terus
berkarya emas meski bayangan sosok besar idola tak dapat dipegang. Di bagian akhir buku ada puisi-puisi Selly yang indah dan meresap di hati, ungkapannya pada Tuhan, sosok idola, orang tua yang telah andil dalam kehidupannya


“Menulis bukanlah hal yang menyebalkan, menulis bukanlah hal yang memusingkan” kutipan dari tulisan Selly di bukunya menginspirasi kita untuk menulis. Dengan menulis kita sekaligus membaca tetapi jika membaca belum tentu kita menulis. Tidak ada kata terlambat untuk berkarya, tunjukkan sinar kita . Tak perlu berperang untuk jadi pahlawan,  hanya dengan pena laksana pedang menggores kertas kehidupan itu akan membuat kita jadi pahlawan, seperti Selly dengan  bukunya. Untuk Selly dan remaja lain supaya jangan berhenti di tengah jalan, terus kembangkan kreatifitas hingga menembus batas. Kita mungkin akan mati tetapi karya yang kita berikan akan abadi selamanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar